MANCHESTER - Bek muda Manchester United Jonny Evans yakin, perseteruan antara mantan rekan setimnya Carlos Tevez dengan Gary Neville tidak lebih dari sekadar salah paham. Mengapa?
. Aksi provokatif Tevez saat membawa Manchester City unggul 2-1 atas United pada leg pertama semifinal Carling Cup, tengah pekan lalu, diketahui sebagai reaksi bomber Argentina setelah mendengar kritik pedas Neville. Kapten United dikutip mengatakan bahwa Carlitos tidak layak mendapat banderol 25 juta pounds dan keputusan Sir Alex Ferguson melepasnya sangat tepat untuk tim.
Neville sendiri tidak mau kalah. Bek 34 tahun yang saat itu berada di pinggir lapangan tertangkap kamera mengacungkan jari tengah kepada Tevez.
Belum puas mempermalukan Neville di hadapan publik City of Manchester Stadium, Tevez kembali memanaskan suasana. Striker berjuluk El Apache menyebut Neville "idiot" dalam sebuah wawancara radio.
Bagi Evans, perseteruan ini sudah berlebihan. Dia yakin, akar permasalahan ini adalah adanya kesalahan kutip atas perkataan Neville. "Gary dan Carlos bukan lagi rekan satu tim dan mereka tidak perlu berteman. Tapi, saya pikir semua ini dikarenakan sedikit kesalahpahaman," cetus Evans kepada Press Association Sport, Sabtu (23/1/2010).
"Saya pikir Gary tidak mengatakan bahwa Carlos tidak layak berbanderol 25 juta pounds. Dia (Neville) hanya mengatakan bahwa pelatih biasanya mengambil keputusan yang benar (mengenai keluar-masuk pemain) dan kami mampu mengatasinya," lanjut bek 22 tahun.
"Dari yang saya dengar, entah apakah Carlos salah membaca kata-kata Gary, atau seseorang memanas-manasinya sehingga dia bereaksi keras," tandas Evans.




0 =>mau acc.web bet bola? via YM: agenbolacs:
Posting Komentar