English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Image and video hosting by TinyPic
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

===================================

===================================

=============================================================

=============================================================
==========================================================================================

05 Mei 2011

U E F A

Prediksi Rangnick untuk Laga Puncak

Manchester - Barcelona dan Manchester United akan saling sikut demi memperebutkan gelar sebagai tim yang terbaik di Eropa. Pelatih Schalke Ralf Rangnick pun memberikan prediksinya di laga puncak itu. Apa katanya?

Hasil imbang 1-1 yang dipetik atas Real Madrid di semifinal Ieg 2 sudah cukup mengantar Barca ke partai puncak. Los Cules secara keseluruhan unggul agregat 3-1 usai memenangi leg pertama dua gol tanpa balas.

Sementara itu MU menunjukkan performa trengginas saat menyisihkan Schalke di babak empat besar. Usai menang 2-0, Edwin Van der Sar dkk. menang telak 4-1 di semifinal kedua pada dinihari tadi untuk membawa mereka ke final ketiga dari empat tahun terakhir.

Duel final sendiri akan digelar di Stadion Wembley, London, Inggris pada Minggu (29/5/2011) dinihari WIB.

Kedua tim sama-sama mengincar gelar Liga Champions untuk kali keempatnya. Barca didapuk menjadi kandidat juara terkuat mengingat sepak terjangnya yang begitu impresif.

Apalagi fokus utama El Barca bisa dibilang cuma tinggal Liga Champions saja lantaran gelar juara La Liga hampir pasti akan digenggam. Jarak delapan poin yang dimiliki Azulgrana akan sangat sulit dikejar oleh Madrid yang ada di bawahnya dengan hanya menyisakan empat laga saja.

Sementara itu, performa "Setan Merah" acap kali disebu tidak se-apik tahun-tahun sebelumnya dan MU pun masih berkonsentrasi dengan kompetisi lokal yang tersisa. Akan tetapi motivasi balas dendam di final 2009 dan faktor tuan rumah bisa menjadi semangat tersendiri buat pasukan Sir Alex Ferguson ini.

"Akan sulit untuk memprediksi final sebagai satu pertandingan, tapi anda sudah liat kan kualitas Barcelona; mereka telah menentukan standar sepakbola Eropa saat ini," ujar Rangnick di situs resmi UEFA.

"Tapi di sisi lain, final diselenggarakan di Wembley. Jadi mungkin ada keuntungan tipis untuk United disini. Saya sangat antusias menanti bagaimana akhirnya," tutup dia.

Dilihat dari statistik, Barca dan MU memiliki kekuatan berimbang. Dalam 10 kali perjumpaannya, masing-masing tim sudah tiga kali menang, dan enam kali berakhir seri.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

U E F A

Final Liga Champions
Dua Peracik Taktik Beda Era akan Beradu Lagi

Jakarta - Sir Alex Ferguson dan Josep "Pep" Guardiola datang dari dua generasi berbeda. Kini keduanya akan saling adu taktik dalam membawa timnya juara Liga Champions seraya menorehkan prestasi individu.

Manchester United akan berhadapan dengan Barcelona di final Liga Champions musim ini. Barca meraih tiket sehari lebih dulu usai menyungkurkan Real Madrid dan MU menyusul setelah menggasak Schalke.

Pertemuan kedua tim sebenarnya bukan hal baru. Bahkan baru dua tahun lalu MU bertemu dengan Barca di level yang sama, berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk si klub Catalan.

Pertemuan di Wembley nanti juga bukan kali pertama Fergie berhadapan dengan Guardiola, yang 29 tahun lebih muda darinya, di partai final karena di laga dua tahun lalu mereka juga tengah menangani MU dan Barca.

Duel taktik kedua peracik strategi itu sendiri terbilang unik karena jauhnya rentang generasi di antara keduanya. Sebagai gambaran, situs UEFA menyebut bahwa Guardiola masih berusia tujuh tahun saat Fergie memulai petualangan Eropa pertamanya bersama Aberdeen pada musim 1978-1979.

Dua tahun lalu Guardiola boleh menepuk dada karena bisa mengungguli Fergie. Tapi ia niscaya sadar benar kalau sebagai manajer berpengalaman yang sudah banyak makan asam garam, Fergie takkan dengan mudah kembali menyerah kalah.

"Itu dua tahun yang lalu," komentar Pep, merujuk pada kemenangan Barca atas MU di Roma dua tahun lalu, sesaat setelah timnya melewati hadangan Madrid.

Fergie sudah jelas tak dapat disepelekan, karena ia sudah pasti tidak akan bertahan sekian lama di MU--Fergie mulai menangani MU sejak tahun 1986--jika tidak punya kemampuan mumpuni.

Bahkan, si pria Skotlandia kini berpeluang menyamai rekor rekan senegaranya, Bob Paisley, yang sudah mempersembahkan tiga titel Piala Champions/Liga Champions untuk Liverpool (1977, 1978, 1981). Fergie baru mampu melakukannya dua kali untuk MU (1999, 2008).

Akan tetapi, Guardiola sendiri bukan sekadar pelatih muda biasa. Sapu bersih enam gelar--treble di 2008/09 yang dilengkapi dengan Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub--adalah salah satu bukti dari pria yang mulai menangani Blaugrana sejak 2008 tersebut.

Guardiola juga punya satu kelebihan yang tak dimiliki Fergie. Selain bertangan dingin sebagai pelatih, ia juga gemilang saat masih aktif bermain.

Nama Guardiola saat ini masih tercatat sebagai satu dari enam orang yang mampu menjuarai Piala Champions/Liga Champions sebagai pemain dan pelatih. Ia sejajar dengan Miguel Muñoz, Giovanni Trapattoni, Johan Cruyff, Carlo Ancelotti dan Frank Rijkaard.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

U E F A

Rekor Kemenangan di Final Memihak 'Tuan Rumah'

Jakarta - Boleh dibilang Manchester United akan bertindak sebagai "tuan rumah" di partai final Liga Champions musim ini. Asa menuju gelar juara pun boleh jadi semakin besar karena ada rekor baik yang mendukung 'Setan Merah'.

MU akan menantang Barcelona di Wembley Stadium pada 28 Mei mendatang usai menaklukkan wakil Jerman, Schalke 04, dengan agregat total 6-1 di semifinal. Sebelumnya Barca menyingkirkan Real Madrid dengan total skor 3-1.

Kini keduanya akan kembali bertemu di partai final ketiga mereka di kompetisi Eropa. Dengan permainan Barca saat ini, jelas mereka lebih diunggulkan.

Namun MU pun punya "senjata rahasia" lain yakni rekor jika partai final dimainkan di negara yang mengirimkan salah satunya klubnya sebagai finalis.

Sudah tujuh kali partai final semacam itu digelar di mana lima "tuan rumah" berhasil mengangkat dan hanya dua berujung kegagalan.

Dimulai pada 1956/1957 saat Real Madrid juara dengan mengalahkan Fiorentina 2-0 di Santiago Bernabeu. Kemudian Inter Milan di tahun 1964/1965 saat menaklukkan Benfica 1-0 di Giuseppe Meazza.

Lanjut di musim 1967/1968 kala MU menaklukkan Benfica 4-1 di Wembley. Ajax di musim 1971/1972 dengan mengalahkan Inter 1-0 di De Kuip.

Borussia Dortmund terakhir jadi tim yang berhasil jadi juara di negara sendiri saat menaklukkan Juventus 3-1 pada musim 1996/1997 di Olympiastadion Munich.

Kegagalan didapat saat klub Prancis Stade de Reims pada 1955/1956 kalah 3-4 dari Madrid pada final di stadion Parc des Princes.

Sementara AS Roma gagal menumbangkan Liverpool di musim 1983/1984 karena kalah 2-4 dalam adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Kini apakah MU bisa mengulang kesuksesan tujuh finalis tersebut atau Barca malah bisa membalikkan rekor apik tersebut?


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

U E F A

Schalke Kalah dengan Kepala Tegak

Manchester - Kiprah Schalke 04 di Liga Champions musim ini terhenti di tangan Manchester United. Namun, The Royal Blues sudah cukup bangga dengan perjalanan mereka hingga babak semifinal

Schalke harus mengakhiri mimpinya untuk lolos ke final Liga Champions untuk pertama kalinya. Mereka kalah dua kali dari MU di semifinal, masing-masing dengan skor 0-2 dan 1-4.

"Anda harus memberi penampilan terbaik untuk menang atas Manchester United. Kami tak melakukannya di leg pertama dan hari ini," ujar kapten Schalke, Manuel Neuer, di situs resmi UEFA.

Meski akhirnya tersingkir, Neuer menilai timnya tetap bisa kalah dengan kepala tegak. Pasalnya, sebagai tim yang tak diunggulkan, mereka mampu melaju hingga babak empat besar.

"Kami mampu lolos ke semifinal. Kami bisa bangga atas hal itu. Tapi, kami harus lekas melupakan dua laga melawan Manchester United," tambah kiper nomor satu Jerman itu.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

U E F A

Singkirkan Schalke, MU Jumpa Barca di Final

Manchester - Manchester United melangkah ke babak final Liga Champions usai mengalahkan Schalke 04 dengan skor 4-1 di leg kedua semifinal. Pada partai puncak, mereka akan berjumpa dengan raksasa Spanyol, Barcelona.

Dalam laga di Old Trafford, Kamis (5/5/2011) dinihari WIB, MU unggul 2-1 pada paruh pertama lewat gol Antonio Valencia dan Darron Gibson. Tim tamu membalas lewat gol Jose Jurado.

Pada babak kedua, anak buah Sir Alex Ferguson mencetak dua gol lagi. Keduanya disumbangkan oleh Anderson.

Dengan kemenangan ini, The Red Devils unggul agregat 6-1 atas Schalke setelah pada leg pertama mereka menang 2-0. Mereka pun lolos ke final dan akan menghadapi Barca pada 28 Mei mendatang di Stadion Wembley.

Jalannya pertandingan

Schalke mengambil inisiatif serangan pada menit-menit awal. Sebuah tembakan Jefferson Farfan pada menit kedelapan masih melebar di samping kanan gawang Edwin van der Sar.

Tak banyak peluang yang tercipta pada awal babak pertama. MU baru membalas pada menit ke-25 lewat sundulan Chris Smalling yang masih melambung.

Semenit kemudian, seisi Old Trafford bersorak setelah MU berhasil membuka keunggulan. Berawal dari kesalahan umpan Atsuto Uchida, bola dikuasai Anderson dan kemudian diumpankan ke Darron Gibson. Gibson mengirim umpan terobosan ke Antonio Valencia dan dituntaskan dengan dingin oleh winger Ekuador itu.

Berselang lima menit, Gibson menggandakan keunggulan tim tuan rumah. Sepakannya dari dalam kotak penalti salah diantisipasi oleh Manuel Neuer dan gawang Schalke jebol untuk kedua kalinya.

Pada menit ke-35, Schalke menipiskan ketertinggalan menjadi 1-2. Umpan lambung Uchida coba disundul Raul, tapi gagal. Bola liar di dalam kotak penalti disambar oleh Jose Jurado dengan tembakan keras yang menggetarkan gawang Van Der Sar. Skor 2-1 untuk MU bertahan hingga turun minum.

Anderson mengancam gawang Schalke pada menit ke-56. Namun, tendangannya dari luar kotak penalti masih tipis di samping gawang.

Gelandang asal Brasil itu kembali memperoleh peluang beberapa menit kemudian. Sepakannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan oleh Neuer.

Smalling sempat mencetak gol pada menit ke-71. Namun, wasit Pedro Proenca menganulirnya karena dia sudah berada dalam posisi offside.

Semenit kemudian, gol benar-benar tercipta untuk MU. Berawal dari penetrasi Nani di sayap kanan, pemain Portugal itu mengirimkan bola ke mulut gawang. Anderson sempat terjatuh saat menerima bola. Namun, dia mampu bangun dan membalikkan badan untuk kemudian melepaskan tembakan kaki kiri mematikan. MU unggul 3-1.

Pada menit ke-76, Anderson mencetak gol keduanya. Dari umpan terobosan Valencia kepada Dimitar Berbatov, Berba memberi umpan kepada Anderson yang berdiri tak terkawal di kotak penalti. Tanpa kesulitan, Anderson menyontek bola ke dalam gawang.

Pada masa injury time, MU nyaris menambah gol lewat kaki Michael Owen. Namun, sepakan Owen masih bisa ditepis Neuer. Laga pun berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk MU.


Susunan pemain:
MANCHESTER UNITED: Van der Sar, Rafael (Evra 60'), Smalling, Evans, O’Shea, Scholes (Fletcher 73'), Gibson, Anderson, Nani, Valencia, Berbatov (Owen 77')

SCHALKE: Neuer, Uchida, Howedes (Huntelaar 70'), Metzelder, Escudero, Papadopoulos, Jurado, Farfan (Matip 75'), Baumjohann (Edu 45'), Draxler, Raul.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

LIGA INGGRIS

Wilshere: Lupakan Kegagalan, Gunners

London - Sejumlah kegagalan yang diderita menjadi pukulan telak buat Arsenal. Jack Wilshere meyakini timnya akan sukses di kemudian namun harus bisa bangkit dari kekecewaan tersebut.

Arsenal sempat amat dekat dengan trofi yang akan memutus puasa gelarnya selama enam tahun terakhir. Namun harapan itu sirna usai kalah dari Birmingham City di final Piala Carling.

Bulan Maret tampaknya menjadi bulan kelabu buat pasukan arahan Arsene Wenger itu. Diawali dengan didepaknya Arsenal oleh Barcelona di Liga Champions yang dilanjutkan kekalahan atas Manchester United di Piala FA.

Ketidak beruntungan "Gudang Peluru" menjalar ke Liga Inggris dimana kans mereka untuk juara hampir pasti tertutup usai dikalahkan Bolton Wanderers dua pekan lalu.

"Kami harus memenangi sesuatu dan kami tidak akan menang jika kami terus berpikir tentang minggu-minggu mengecewakan itu,"ujar Wilshere kepada Majalah Four Four Two.

"Itu (kekalahan di final Piala Carling) sangat mengecewakan bahkan sampai kini mereka masih bilang 'kita sebenarnya bisa juara'."

"Akan selalu ada dampak psikologis jika kami memenangi sesuatu, itu akan memberi kami kepercayaan diri untuk menang lagi," tukas pemain muda terbaik Liga Inggris 2011 itu.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

LIGA INGGRIS

Djourou: Pemain Baru Bukan Solusi Pertahanan Arsenal

Liverpool - Dalam beberapa waktu belakangan, para pemain muda Liverpool makin menunjukkan tajinya. Steven Gerrard dan Jamie Carragher punya peran penting di balik hal ini.

Arsene Wenger berulang kali mengakui bahwa rapuhnya lini belakang jadi salah satu kendala yang dihadapi timnya musim ini. Thomas Vermaelen cedera panjang, sementara performa Laurent Koscielny, Sebastien Squillaci, dan Djourou masih belum konsisten.

Arsenal pun dispekulasikan akan merekrut bek baru pada musim panas mendatang. Meski demikian, Djourou menilai para pemain yang ada masih bisa berkembang.

"Tentu Anda bisa menambahkan pemain jika Anda mau, tapi hal terpenting adalah memastikan pemain yang Anda miliki berkembang dengan baik bersama-sama," tutur Djourou kepada Arsenal TV Online.

"Saya selalu melihat kepada yang 'tak tersentuh'. Kadang-kadang orang lupa, mereka bilang kami tak memenangi apa pun dan kami perlu membeli pemain besar, tapi saat bos mendatangkan Thierry Henry, Patrick Vieira, dan Freddie Ljungberg, mereka bertanya 'siapa mereka'?" lanjut bek asal Swiss ini.

"Orang-orang bertanya dan melihat apa yang terjadi. Kritik tak selalu fair dan itu adalah contoh yang bagus untuk menunjukkannya karena para pemain itu sudah menjadi legenda," ujarnya.

"Sepakbola tak selalu tentang membeli pemain terbesar untuk membawa Anda kepada kejayaan," tuntas dia.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

LIGA INGGRIS

Gerrard & Carragher Bantu Pengembangan Pemain Muda Liverpool

Liverpool - Dalam beberapa waktu belakangan, para pemain muda Liverpool makin menunjukkan tajinya. Steven Gerrard dan Jamie Carragher punya peran penting di balik hal ini.

Sejak Kenny Dalglish menduduki kursi manajer Liverpool, para pemain muda The Reds mendapat kesempatan untuk unjuk gigi. John Flanagan, Jack Robinson, Martin Kelly, Jonjo Shelvey, dan Jay Spearing mulai dipercaya untuk bahu-membahu dengan para seniornya.

Performa mereka pun tidak mengecewakan. Terbukti, Flanagan dan Spearing hampir selalu dipercaya oleh Dalglish untuk menjadi starter dalam beberapa pekan terakhir.

Spearing membocorkan rahasia di balik penampilan apik dia dan teman-temannya. Dua orang seniornya, Gerrard dan Carragher, banyak memberikan masukan kepada mereka.

"Mereka membantu kami semua sejak kami datang ke Melwood," ungkap Spearing di situs resmi klub.

"Sebagai bek Carra secara khusus membantu Flanno (John Flanagan), Jack (Robinson), dan Kels (Martin Kelly). Sementara untuk saya dan Jonjo Shelvey, Stevie siap membantu dari hari pertama," tambah gelandang 22 tahun ini.

"Dia (Gerrard) mengungkapkan apa yang dia pikir perlu kami tingkatkan dan kami berhutang banyak kepadanya atas bantuannya. Saya tak berpikir Anda perlu meminta orang yang lebih baik untuk ditiru daripada dia," bebernya.

Spearing boleh "bersyukur" karena Gerrard masih cedera sehingga dia mendapat tempat di lini tengah. Bagaimana kalau nanti Gerrard sudah pulih?

"Saya cuma mengambil tiap hari dan tiap pertandingan yang datang. Saya tak bisa melihat ke depan tanpa tahu bahwa Stevie akan kembali ke tim karena dia adalah salah satu gelandang terhebat di dunia. Tapi, pada saat ini saya harus terus bermain baik dan semoga saat dia kembali, dia tak mengambil tempat saya," tuntasnya.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

LIGA INGGRIS

Riise: Kembali ke Liverpool? Mungkin

Roma - John Arne Riise menyambut antusias kabar yang menyebut bahwa dirinya diminati oleh sang mantan klub Liverpool. Bek AS Roma itu pun tak menepis kemungkinan untuk kembali ke Anfield.

Kontrak Riise dengan Giallorossi akan habis pada musim panas mendatang. Hingga kini belum ada tawaran perpanjangan kontrak buat bek berusia 30 tahun ini.

Belakangan ini beredar kabar bahwa Kenny Dalglish bisa saja akan menggaet Riise yang meninggalkan Liverpool ketika Rafa Benitez masih menjadi pelatih pada 2008 lalu.

Akan tetapi Riise bukan satu-satunya pemain yang dikabarkan menjadi incaran The Reds. Bek Everton Leighton Baines disebut-sebut menjadi kandidat terkuat yang akan didatangkan klub berlambang burung Liver itu.

Riise merasa tersanjung bahwa Liverpool mengincar dirinya meskipun masih sebatas rumor. Ia pun tidak menutup pintu kemungkinan untuk kembali ke sana.

"Aku tersanjung dengan isu yang menghubungkan aku dengan kembali ke Inggris," sahut pemain internasional Norwegiaitu di ESPN Star.

"Liverpool dekat di hatiku. Mereka klub hebat dan aku memiliki memori bagus di sana. Aku masih punya kontrak hingga 2012 jadi anda tidak pernah tahu (apa yang akan terjadi)," tukas dia.

Selama tujuh musim membela Liverpool, Riise berhasil meraih beberapa gelar bergengsi. Di antaranya Piala FA 2006, Piala Liga Champions 2005 dan Piala Super Eropa 2001 dan 2005.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...

30 Maret 2011

LIGA INGGRIS

Sir Alex Beberkan Rencana Belanja

New Jersey - Kompetisi musim 2010/11 sudah hampir berakhir. Setelah itu klub akan disibukkan dengan transfer pemain. Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson berencana mendatangkan dua hingga tiga pemain baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Fergie dalam jumpa pers tur pra-musim The Red Devils ke Amerika Serikat, Selasa (29/3/2011) waktu setempat. "Dalam rencana kami sudah ada nama-nama tertentu yang menjadi target. Saya pikir dua atau tiga pemain bakal kami rekrut dan itu tak diragukan lagi," ujar manajer asal Skotlandia itu di situs resmi klub.

"Keluarga Glazer selalu memberikan dukungan terhadap keinginan kami untuk memajukan tim," lanjutnya.

Salah satu kebutuhan yang cukup mendesak adalah mencari penjaga gawang guna menggantikan Edwin Van der Sar. Selain itu pemain-pemain senior macam Ryan Giggs dan Paul Scholes juga sudah memasuki usia senja dalam karirnya.

Kiper Schalke Manuel Neuer dan gelandang Inter Milan Wesley Sneijder dikabarkan tengah masuk radar Old Trafford. Namun begitu Ferguson memberikan indikasi bahwa MU akan merekrut pemain muda.

"Kami akan terus mendatangkan pemain, itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Ketika kesempatan itu tiba dan kami mengidentifikasi pemain muda yang tepat, maka kami akan mewujudkannya," lugas manajer MU sejak 1986 itu.

"Memboyong pemain muda berbuah positif bagi kami, Chicarito sebagai contohnya. Jika Anda mengamati, dalam waktu enam tahun terakhir, kami memboyong pemain muda seperti Ronaldo, Rooney --- ketika itu yang satu baru umur 17 tahun dan yang lain 18 tahun. Kami menunjukkan punya kualitas soal itu. Jadi saya pikir tidak ada perlunya bagi kami untuk mengubah kebijakan yang sudah menunjukkan hal positif," tuntasnya.


Job Listings



Bookmark and Share






Selengkapnya...